Minggu, 21 Juni 2015




‘Tak ada yang bisa menandingi kelezatan soto Medan di RM Sinar Pagi’, begitu ungkapan umum di Medan. Ya, dari sekian banyak soto yang disajikan sebagai menu utama berbagai rumah makan di Medan, bisa dibilang soto di RM Sinar pagi yang paling terkenal maknyus rasanya. Meski fasilitasnya sangat sederhana, namun rumah makan yang berlokasi di Jalan Sungai Deli, Medan, tak pernah sepi pengunjung. Sejak buka pukul 7 pagi sampai tutup pukul 4 sore, rumah makan ini selalu ramai. Antrean panjang, terutama di jam makan siang menjadi pemandangan sehari-hari.

Jika dilihat sekilas, kondisi RM Sinar Pagi sepertinya jauh dari kesan nyaman. Tak ada pendingin ruangan, hanya embusan angin dari tiga buah kipas angin di dinding yang seringkali tak mampu menghalau panasnya udara kota Medan. Bangku-bangku yang tersedia selalu terlihat penuh. Namun, kondisi ini tak pernah menyurutkan langkah penikmat soto untuk bisa mencicipi kelezatan makanan khas Medan di sana. Bahkan kelezatan soto Medan di rumah makan ini seringkali membuat ketagihan. Tak puas makan di tempat, banyak pengunjung yang membungkus untuk dibawa pulang usai bersantap.



Bagi para pelancong diluar kota, makanan ini sering juga dijadikan oleh-oleh. Sebelum dibungkus, kuah soto terlebih dahulu didinginkan. Jika jarak tempuhnya jauh, kuah soto dibekukan terlebih dahulu, kemudian dibungkus dengan kertas dan gabus supaya tidak mudah mencair. Soto baru dipanaskan kembali ketika akan disantap. Dijamin rasanya tidak berubah. Banyak pejabat, artis ibu kota, ataupun wisatawan yang menjadi pelanggan setia RM Sinar Pagi. Rusmiati, pengelola RM Sinar Pagi mengaku setiap hari bisa menjual 600 porsi soto aneka isi yang terdiri dari babat, usus, paru, daging sapi, daging ayam, dan ampela ayam. Satu porsi soto plus nasi dijual dengan harga Rp 25.000


Rumah makan ini sudah berdiri sejak tahun 1962. Sejak dirintis oleh ayah Rusmiati, rumah makan ini tidak pernah berpindah tempat. Oleh karena itu, bagi sebagian pelanggan, terutama yang sudah agak berumur, tempat ini bisa menjadi kesenangan tersendiri. Saat ini RM Sinar Pagi dikelola oleh Rusmiati dan delapan saudaranya. Mereka berbagi tugas. Empat orang berada di bagian dapur, tiga orang di bagian penjualan, sedangkan dua orang bertugas di bagian pembukuan.

Saat ini RM Sinar Pagi sudah memiliki tiga cabang yang tersebar di kota Medan. Para pengelola rumah makan ini sadar, kondisi rumah makan di tempat pertama sudah tak mampu lagi menampung pengunjung yang datang. Oleh karena itu mereka memutuskan membuka cabang. Agar penyebarannya merata, sengaja dibuka di lokasi-lokasi strategis yang mudah dijangkau orang, yakni di Jalan Sutomo dekat Kolam Renang Deli dan Jalan Mangkubumi. Agar tetap mendapat tempat di hati pencinta kuliner, Rusmiati dan kedelapan saudaranya berusaha mejaga cita rasa resep peninggalan orangtuanya. Tidak ada yang berani mengubah atau berimprovisasi. Mereka tetap dengan resep tempo dulu, resep warisan orangtua. Agar pelanggan setia tetap bisa  menikmati sajian seperti milik nenek moyang mereka.

0 komentar:

Posting Komentar