Minggu, 21 Juni 2015




Sate kerang merupakan salah satu makanan khas Medan yang cukup digemari. Berbeda dengan jenis sate lain yang cara memasaknya melalui proses pemanggangan, proses memasak sate kerang Medan hampir menyerupai proses membuat rendang. Baik dari segi bumbu, warna sate, bahkan rasanya menyerupai rasa rendang yang merupakan makanan khas dari Sumatera Barat. Untuk menikmati makanan yang satu ini, kita bisa berkunjung ke Jalan Gatot Subroto, Medan. Sajian khas Sate Kerang Medan Rahmat Toha pasti akan menggoyang lidah. Itulah sebabnya sate kerang Medan yang dikelola oleh Rahmat ini menjadi salah satu tujuan wisata kuliner, bahkan jadi buah tangan pelancong.

Setelah memutuskan berhenti bekerja, Rahmat, sang pemilik usaha, mulai merintis bisnis kuliner. Dan sate kerang Medan pun jadi pilihannya. Menurutnya potensi bisnis sate kerang Medan memang lumayan bagus. Dikisahkan oleh Rahmat, dulu saat masih berada di perantauan, ia selalu dimintai teman-teman sekantor untuk membawakan sate kerang buatan ibunya. Awalnya hanya untuk oleh-oleh saja yang ia bagikan ke teman-teman. Ternyata semua temannya pada suka. Maka setiap kali pulang kampung, teman-temannya selalu titip sate kerang. Bahkan setelah teman-temannya pindah kota pun, Rahmat masih sering diminta mengirimi sate kerang. Apa yang dibayangkan Rahmat terbukti, sate kerang buatannya yang diolah dengan resep tradisional buatan keluarganya secara turun temurun mendapat tempat di hati pencinta kuliner dalam dan luar negeri. Dulunya keluarga Rahmat memang pernah berbisnis sate kerang. Namun, cara penjualannya tidak semaju sekarang.

Usaha sate kerang ini mulai serius dikelola sejak tahun 1957. Dan terus bertahan, hingga sekarang sate kerang Medang sudah menjadi salah satu kuliner yang dicari di kota Medan. Kini, Sate Kerang Medan Rahmat Toha sudah punya pelanggan dari Aceh sampai Papua. Sate kerang buatan Rahmat Toha bisa dikonsumsi sebagai camilan, bisa juga dimakan bersama nasi sebagai lauk. Sate ini bisa bertahan selama 12 jam di ruang terbuka, sementara di lemari es bisa bertahan 3-4 hari. Jadi cocok dibawa sebagai oleh-oleh.

Setiap hari Rahmat bisa memproduksi 80-100 kg atau setara 1000 tusuk sate kerang. Jumlah ini kadang-kadang belum bisa memenuhi permintaan pelanggan. Ini karena terbatasnya sumber bahan baku kerang, apalagi saat musim badai datang. Bahan baku kerang ini memang tergantung cuaca. Bila sedang bagus, Rahmat bisa mendapatkan banyak kerang. Tapi kalau sedang musim badai, nelayan jarang yang melaut, jadi pendapatannya pun berkurang. Selain itu, ukuran kerangnya juga tidak sembarang, harus yang proposional, jangan terlalu kecil.

Untuk memudahkan pelanggan mendapatkan sate kerang Medan, Rahmat yang hanya memakai media promosi sederhana dan murah ini, telah menambah dua counter yang posisinya di daerah strategis, yakni di Jalan Wahid Hasyim, Medan, dekat gerai Ucok Durian, dan satunya lagi berada di Jalan Sei Batanghari, Medan.  

0 komentar:

Posting Komentar