Kamis, 03 Desember 2015




Di Bukittinggi, Sumatera Barat, mencicipi hidangan nasi Kapau menjadi menu wajib bagi para wisatawan. Salah satu yang terkenal adalah nasi Kapau Uni Lis. Warung nasi Kapau ini terletak di Los Lambung Pasar Atas (Ateuh), tak jauh dari landmark Jam Gadang, Bukittinggi. Di sana, deretan penjual nasi Kapau siap memanjakan perut anda. Barisan baskom berisi lauk pauk beraneka ragam yang berjumlah belasan tersusun rapi di meja bertingkat.

Dengan dibantu tiga orang saudaranya, Zarniati atau yang biasa disapa Uni Zar, yang kini mengelola warung Nasi Kapau Uni Lis, selalu siap melayani pelanggan dengan senyuman yang ramah. Tangannya selalu siap dengan centong kayu panjang untuk mengambil beberapa lauk yang akan langsung dicampur dengan nasi. Uni Zar merupakan generasi ketiga pengelola warung makan ini. Ia adalah cucu dari Uni Lis yang sudah meninggal. Sebelum berjualan di Los Lambung, Uni Lis berjualan nasi Kapau di Pasar Lereng. Baru pada tahun 1989, pindah ke lokasi yang sekarang.


Uni Zar dan keluarga Uni Lis memang berasal dari daerah Nagari Kapau, Kecamatan Kilatan Kamang, Kabupaten Agam, tempat asal nasi Kapau. Mereka meneruskan tradisi berdagang nasi, karena rata-rata warga di sana memang berjualan nasi. Untuk bisa sampai ke Bukittinggi, dari Kapau dibutuhkan waktu kira-kira 40 menit. Seperti tradisi berdagang nasi yang sudah turun temurun, begitu pula dengan bumbu yang diresepkan. Mereka sudah tahu semua bumbu yang dipakai dan takarannya, karena sedari kecil sudah ikut membantu memasak. Untuk lauk, dipilih yang banyak disukai pelanggan dan cepat habis, seperti usus tambusu dan kikil. Ada pula yang menyukai dendeng, rendang ayam, rendang bebek, gulai tunjang, gulai cancang, pangek ikan, dan lain-lain.

Menu usus tambusu yang ditawarkan warung Nasi Kapau Uni Lis memang istimewa. Usus tambusu merupakan usus yang diisi adonan tahu dan telor. Uni Zar menjelaskan, perbedaan antara nasi Kapau dengan nasi Padang sebenarnya hanya terletak dalam penyajiannya. Kalau nasi Kapau semuanya disajikan dalam piring bercampur, beda dengan nasi Padang yang terhidang terpisah dengan lauk-lauknya. Nasi Kapau pasti juga dilengkapi sayuran seperti nangka, kol, dan kacang panjang yang disiram kuah gulai.


Warung Nasi Kapau Uni Lis tidak pernah membuka cabang di tempat lain. Jadi kalau ada yang ingin menikmati, memang harus datang ke warung yang hanya ada satu-satunya ini. Warung ini buka sejak pagi pukul 07.00 sampai pukul 17.30 WIB saja. Setiap hari, sejak pukul 04.00 pagi, Uni Zar sudah bangun dan memasak belasan jenis lauk yang akan dijual di Pasar Atas. Jam 6 biasanya semua masakan sudah siap. Warungnya tidak pernah libur, kecuali hari Lebaran. Soal harga, seporsi Nasi Kapau dengan satu jenis lauk dihargai Rp 25.000 saja. Harga ini jarang naik. Kalau pun harus naik, itu karena harga sembako yang mahal. Jadi semuanya memang disesuaikan dengan kondisi.

9 komentar:

  1. Salam super buat usaha kuliner yg bettarif...

    BalasHapus
  2. Usaha kuliner BERTARIF mencirikan PROFESIONAL SPORTIF dan JUJUR

    BalasHapus
  3. Usaha Kuliner agar Pasang Tarif yg jelas... agar berkah buat pembeli dan penjual

    BalasHapus
  4. Budaya rumah makan hidangan sudah saatnya untuk ditinggalkan, karena banyak mudaratnya dari manfaatnya. Tetcatat ada 14 mudaratnya.

    BalasHapus
  5. Pengelola usaha kuliner untuk tidak mrokok dan bicara dihadapan makanan, karena sangat berpeluang kejatuhan debu rokok dan cipratan air srlera.

    BalasHapus
  6. Budaya rumah makan hidangan sudah saatnya untuk ditinggalkan, karena banyak mudaratnya dari manfaatnya. Tetcatat ada 14 mudaratnya.

    BalasHapus
  7. Tambunsu, Kapau & Kuliner Padang ..
    https://posmusica.wordpress.com/2017/11/16/3478/

    BalasHapus
  8. Tambunsu, Kapau & Kuliner Padang ..
    https://posmusica.wordpress.com/2017/11/16/3478/

    BalasHapus