Minggu, 06 September 2015





Bila anda bertanya di mana pempek yang terkenal dan enak di Palembang, nama Pempek Beringin yang ada di Jalan Lingkaran I, Dempo, Palembang lah yang akan disebut. Maklum, usaha yang didirikan Ambon Purwadi ini sudah berusia lebih dari 35 tahun. Ambon mengawali usahanya dengan berjualan pempek pada akhir 1970-an. Saat itu, ayah empat anak ini berkeliling mendorong gerobak berisi pempek buatan istrinya, Catrine. Siang sampai sore hari, keluar masuk kampung dan pasar ia jalani untuk menjajakan pempeknya, antara lain di 16 Ilir dan Pasar 16. Biasanya ia berdagang sekitar 4-5 jam, karena saat itu pempeknya hanya dibuat dengan 2-3 kg ikan saja. Kalau tidak habis, kadang ia bagikan ke tetangganya. Waktu itu, masih sedikit orang yang berjualan pempek, jumlahnya bisa dihitung.

Istri Ambon pandai membuat pempek secara otodidak. Makin lama, pempek yang dijajakan Ambon pun makin banyak peminatnya. Pada 1980, Ambon mulai menyewa emperan toko di 16 Ilir untuk berjualan pempek sejak sore hingga malam. Ia juga mulai punya 3-4 pegawai. Tujuh tahun kemudian, kakek enam cucu ini menyewa sebuah toko untuk menampung pembelinya yang makin banyak. Dari berjualan pempek, tahun 1995 ia berhasil membeli sebuah toko dengan kredit bank. Desember 1996 ia pun pindah ke toko itu hingga sekarang, dan menamakan pempeknya dengan Beringin. Ambon bercerita, dulu sewaktu masih mengontrak, ada anggota Kosgoro yang menjadi pelanggannya setiap hari. Pelanggannya itu menyarankan Ambon untuk membuat merek. Karena tak punya uang, si pelanggan lalu membantu secara finansial dan memberi nama tokonya ini, Beringin.


Pempek Beringin menyediakan berbagai jenis pempek, antara lain adaan, lenjer kulit, bentuk kerupuk, telur kecil, bentuk pastel, panggang, isi tahu, kapal selam. Ada pula otak-otak, model, lenggang goreng, serta lenggang bakar. Semua pempek yang berukuran kecil harganya sama, yaitu Rp 4000. Sedangkan kapal selam yang menjadi favorit pembeli harganya Rp 25.00, seperti harga lenggang. Sementara, model dihargai Rp 20.000. Ikan yang dipakai merupakan ikan sungai, yaitu putak yang mirip belida dan gabus. Di Palembang, ikan gabus merupakan ikan yang paling enak untuk dibuat pempek atau kerupuk kemplang. Yang membedakan pempek Beringin yang sering dikunjungi artis ini dengan yang lain juga terletak pada rasa cuko. Kuah berwarna cokelat pekat ini dibuat setiap hari dengan bahan baku cabe, bawang putih, cuka putih, sayur asing kering tong cai, dan gula merah. Kalau sudah matang, cuko tidak diaduk supaya lebih awet, bisa tahan satu bulan. Makin lama, cuko makin enak asal jangan diaduk. Kalau tidak habis, besoknya bisa dipanaskan lagi. Tapi kalau sudah diaduk, akan cepat basi.

Kini, selain pempek, Pempek Beringin yang memiliki 36 pegawai dan buka sejak pukul 07.00-21.00 ini juga menyediakan pindang ikan patin, nasi goreng samin, dan menu lain. Pempek Beringin kini juga sudah punya enam cabang di Palembang, dan tidak membuka di luar Palembang. Agar orang luar kota sengaja datang ke Palembang untuk menikmati pempek ini, atau bisa pula memesannya dengan cara dikirim. Bila sedang ramai, dalam sehari Pempek Beringin bisa menghabiskan 100 kg ikan. Pempek yang dijual hari itu harus habis di hari itu juga agar pembeli selalu mendapatkan pempek yang baru. Lantaran tak menggunakan pengawet, setelah dibeli Pempek Beringin hanya bertahan dua hari dalam suhu ruang atau tiga hari dalam kulkas.


0 komentar:

Posting Komentar